Mengenal Lebih Dekat LP2K

Sekre Karisma, malam Selasa, 15 Juni 2013, kami kedatangan rekan diskusi yang sangat istimewa, Kang Irfan namanya, Beliau merupakan Ketua LP2K Periode 22 dan 23. AD/ART Karisma yang mulai sering kita baca mendekati Sidang Umum merupakan salah satu karya beliau bersama timnya saat itu. Diskusi yang dipimpin oleh Kang Andre (Ketua LP2K Periode 32) berlangsung tidak terlalu lama, tapi padat dan penuh makna.

Diskusi kali ini bertujuan untuk menguraikan peran LP2K di Karisma. Saya coba tuangkan dalam format pertanyaan lalu jawaban dimana jawaban yang tertera adalah penjelasan dari Kang Irfan. Pertanyaanya sebagian besar bukan dari kami, para pembina aktif, tapi dari alur keberjalanan diskusi.

Mengapa LT dibagi menjadi tiga?

Lembaga Tinggi (LT) Karisma dibagi menjadi tiga adalah sebagai solusi dari struktur Karisma sebelumnya yang masih terdapat Dewan Pengawas. Saat itu Dewan Pengawas beranggotakan pembina-pembina Karisma senior yang sudah tidak aktif lagi dalam kepengurusan. Dewan Pengawas yang saat itu posisinya berada di atas Ketua Umum seringkali terlibat silang pendapat dengan Ketua Umum (pengurus aktif). Sehingga Karisma menjadi organisasi yang kontraproduktif dan timbul konflik dalam lingkup internalnya.

Para pembina mencoba mencari solusi dari permasalahan tersebut dan akhirnya sepakat untuk membentuk tiga Lembaga Tinggi, yaitu Ketua Umum (Ketum), Lembaga Pimpinan Majelis Permusyawaratan Pembina (LPMPP), dan Lembaga Penelitian dan Pengkajan Karisma (LP2K). Ketum merupakan PJ Operasional Harian yang memiliki tugas untuk menjalankan proker-proker Karisma selama satu periode. LPMPP memiliki tugas untuk melakukan pendekatan-pendekatan kepada para pembina yang bersifat kultural layaknya ortu. Contohnya mengenai budaya salam, senyum, dan menjaga interaksi antara ikhwan-akhwat.

Lalu, mengapa ada LP2K ?

Dibentuknya LP2K sekaligus menjawab tantangan saat itu mengenai isu pembubaran Karisma. Karisma santer akan dibubarkan oleh pihak Salman karena dianggap sudah tidak relevan untuk tetap ada dan tidak ada pembaharuan yang sesuai dengan perkembangan zaman. Akhirnya LP2K dibentuk dan berposisi sebagai LT.

Mengapa LP2K sebagai LT?

Jika LP2K dibawah Ketum dikhawatirkan akan adanya beban kerja yang berlebih dalam badan yang dipimpin Ketum. Sehingga diputuskan LP2K terpisah dari Pengurus inti. Diharapkan Ketum dan LP2K bisa fokus dengan tugasnya masing-masing. LP2K ibarat Litbang (Penelitian dan Pengembagan) yang memiliki tugas untuk merancang inovasi bagi Karisma sehingga Karisma tetap eksis di masa mendatang.

Saat ini, apakah LP2K relevan sebagai LT?

Untuk masa sekarang, ketika kondisi Karisma sudah lebih stabil dibanding masa lalu (ketika isu pembubaran Karisma santer beredar) sepertinya LP2K lebih cocok sebagai divisi di bawah Ketum. Tetapi hal itu bertentangan dengan AD/ART Karisma, sehingga para Pembina harus merubah AD/ART sesuai dengan mekanisme pengubahan dan aturan yang ada. Tetapi tidak masalah jika LP2K tetap sebagai LT, itu hanya kesepakatan antar Pembina.

Apa tugas dari LP2K?

Awal pendirian LP2K adalah sebagai jawaban dari inovasi yang harus dilakukan Karisma di masa mendatang. Sehingga LP2K bekerja pada tataran strategis, bukan teknis maupun taktis. Strategis maksudnya mempersiapkan dari sekarang untuk menjawab kebutuhan Karisma di masa mendatang. Bukan permasalahan teknis yang bisa dilakukan oleh jajaran yang berada di bawah Ketum. Atau taktis yang maksudnya memberikan saran atau pertimbangan mengenai Proker yang akan dijalankan dalam periode itu juga.

Dalam AD/ART Karisma terdapat tiga tugas LP2K, yaitu:

  1. Secara terus menerus melakukan pengkajian dan penelitian berbasiskan data terhadap kondisi internal dan eksternal KARISMA untuk menyiapkan arahan dan program KARISMA ke depan
  2. Memberikan pertimbangan kepada Pengurus Inti mengenai hasil pengkaijan dan penelitiannya
  3. Membuat arahan kerja untuk Lembaga Pengkajian dan Penelitian KARISMA periode berikutnya.

Apa saja hal-hal yang telah dilakukan oleh LP2K?

LP2K di masa lalu telah banyak melahirkan berbagai inovasi program meskipun tidak dilaksanakan oleh Karisma. Seperti tahajjud Call, yaitu program menelepon seseorang untuk dibangunkan shalat malam. Program tersebut pernah dijalankan oleh DT (Daarut Tauhid). Lalu ada pula program training Karisma yang saat ini menjadi salah satu program unggulan Karisma.

Bagaimana LP2K mulai bekerja?

Di Karisma tidak hanya ada Garis Besar Program Karisma (GBPK), tetapi juga ada Garis Besar Program LP2K (GBP LP2K) dan untuk LPMPP ada GBP LPMPP. Masing-masing dari GBP tersebut terpisah dan disusun oleh kepengurusan  periode sebelumnya. Sebagai arah gerak untuk periode berikutnya.

Diskusi kami tidak hanya sebatas mengupas lebih mendalam pada LP2K, tapi juga menyangkut peran Ketua Umum dan LPMPP meski tidak secara mendalam. Sekian catatan hasil diskusi dari saya, semoga bermanfaat dan mohon koreksinya 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s