Faktor Kemenangan Hamas

Hamas (Harakat al-Muqawamah al-Islamiyyah atau Gerakan Pembela Islam) adalah salah satu organisasi yang terletak di Palestina. Hamas didirikan oleh Syekh Ahmad Yasin, seorang pejuang Islam tangguh yang memiliki keterbatasan fisik.

Hamas mengikuti pemilu di Palestina untuk pertama kali pada 2006. Keikutsertaan perdana Hamas di kancah pemilu tersebut ternyata mampu mengalahkan Partai Fattah yang sebelumnya berkuasa. Hal tersebut bisa disebut tidak mengejutkan karena sepak terjang Hamas sebelumnya yang sangat baik.

Faktor kemenangan Hamas pada pemilu 2006 dapat digolongkan menjadi dua faktor, yaitu internal dan eksternal. Beberapa faktor internal penyebab kemenangan Hamas antara lain:

  • Keteladanan; hal ini ditunjukkan oleh para pejuang Hamas dengan menjadi partai yang solid dan bersih dari korupsi.

Sesungguhnya Allah Mencintai orang-orang yang berperang di Jalan-Nya dalam barisan, seolah-olah mereka adalah suatu bangunan yang tersusun kokoh. (Q.S. Ash-Shaff: 4)

  • Rela berkorban; pejuang Hamas menjadi garda terdepan dengan mengangkat senjata dalam perjuangan melawan agresi militer Israel.

Dan orang-orang yang berjihad di jalan Kami, sungguh Kami benar-benar akan menunjukkan mereka pada jalan Kami. (Q.S. Al Ankabut: 69)

  • Program yang menyentuh rakyat; sebelum berpartisipasi dalam pemilu, Hamas telah dikenal sebagai organisasi yang dekat dengan masyarakat. Banyak program-program Hamas yang langsung menyentuh masyarakat. Seperti: klinik kesehatan, bantuan bagi janda, klinik kecantikan, dan sarana olah raga khusus perempuan.
  • Peningkatan mobilitas kaum perempuan Hamas; selama ini ada suatu budaya kaum perempuan tidak ikut serta dalam kegiatan kampanye. Tapi, Hamas mampu mengoptimalkan peran perempuan sehingga jumlah pemilih perempuan pun meningkat.
  • Wakil rakyat kompeten; para politisi Hamas telah teruji kejujurannya dan menunjukkan keseriusan untuk memperbaiki kondisi Palestina.

Sementara, itu, faktor eksternal yang menyebabkan kemenangan Hamas adalah rendahnya moralitas wakil rakyat dari Partai Fattah. Sudah banyak janji-janji yang dibuat tetapi tidak terlaksana dengan semestinya. Kedekatan dengan pihak penjajah juga membuat warga menyangsikan keseriusan Fattah memperbaiki kondisi Palestina. Pemerintah terdahulu yang diduga korup ditambah terbongkarnya harta jutaan dollar milik Yasser Arafat semakin menyurutkan kepercayaan warga Palestina terhadap Fattah.

Kita harus belajar banyak dari Hamas. Tidak mudah memang, tapi jika diniatkan lurus serta kesiapan menjalani proses maka tidak ada yang tidak mungkin. Terlebih jika kita memilih jalan dakwah yang panjang dan penuh liku. Tidak hanya mencari voter tapi juga kita harus mampu menarik follower.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s