Rundown Tidur Malam Rasul

Tidur adalah salah satu nikmat yang Allah berikan bagi kita sebagai waktu rehat dan pemulihan fisik. Tetapi, banyak dari kita tidak mengetahui tentang pola tidur yang baik. Lalu, bagaimana Rasul membagi waktu tidurnya? Berikut adalah pola tidur Rasul berdasar kajian oleh Ustad Salim A Fillah.

Kajian Ustadz Salim ini merupakan salah satu bagian dari file audio berformat MP3 mengenai Penentangan Awal Terhadap Rasul SAW bag. pertama. Beliau menjelaskan mengenai perintah yang Allah berikan untuk Rasul sebagai energi Rasul untuk mendakwahkan Islam. Kalam Allah teruntai indah pada Q.S. Al Muzammil ayat 1-4 dan 20. Berikut artinya:

1. Wahai orang yang berselimut (Muhammad)!

2. bangunlah (untuk shalat) pada malam hari, kecuali sebagian kecil*.

*Shalat malam ini mula-mula wajib, sebelum turun ayat ke 20 dalam surah ini. Setelah turunnya ayat ke 20 ini hukumnya menjadi sunah.

20. Sesungguhnya Tuhan-mu Mengetahui bahwa engkau (Muhammad) berdiri (shalat) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersamamu. Allah Menetapkan ukuran malam dan siang. Allah Mengetahui bahwa kamu tidak dapat menentukan batas-batas waktu itu, maka Dia Memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari al-Quran; Dia Mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit, dan yang lain berjalan di bumi mencari sebagian karunia Allah; dan yang lain berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari al-Quran dan laksanakanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Setelah turunnya ayat 20, Shalat malam menjadi sunnah dan bagi umatnya dan tetap wajib bagi Rasul.

3. (yaitu) separuhnya atau kurang sedikit dari itu,

4. atau lebih dari (seperdua) itu, dan bacalah al-Quran itu dengan perlahan-lahan.

Diantara kebiasaan Rasul menurut Ibnu Abbas R.A., Rasul tidur pada separuh  malam, bangun pada sepertiganya, kemudian menunggu waktu shubuh dengan tidur-tiduran (berbaring) pada seperenamnya. Malam dimulai setelah maghrib. Namun menurut keterangan Ikrimah, kata ‘qumillaila’ dihitung habis isya. Jika setelah isya jam 19.30 dan shubuh jam 04.30, maka total 9 jam. Rasul tidur separuh malam, jadi Rasul tidur setelah isya (jam 19.30) sampai jam 01.00. Kemudian Rasul shalat sepertiganya (sekitar jam 01.00 sampai jam 04.00). Seperenamnya Rasul berbaring (tidak tidur) menunggu waktu shubuh (sekitar 04.30)

Jadi, rundown tidur malam Rasul:

Jam 19.00 – 19.30: Shalat Isya

Jam 19.30 – 01.00: Rasul Tidur

Jam 01.00 – 04.00: Rasul Shalat Malam

Jam 04.00 – 04.30: Rasul Berbaring menunggu shubuh

Itulah aktivitas Rasul pada malam hari yang begitu teratur. Waktu malamnya Rasul saja begitu terencana, terlebih lagi waktu siangnya, Semoga Allah selalu memberikan kemanfaatan pada usia kita, memberkahi rezeki kita, dan membalas jerih payah kita dalam meneladani Sunnah Rasul-Nya. Aamiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s